Toolkit Seller Indonesia

Panduan

Cara Hitung Profit Setelah Iklan Marketplace

Setelah memasang iklan, omzet biasanya naik. Tetapi omzet besar belum tentu berarti untung besar. Iklan adalah biaya tambahan yang harus ditutup oleh margin produk.

Untuk menilai iklan dengan benar, hitung untung bersih: omzet dikurangi modal seluruh order, fee marketplace, dan biaya iklan. Bandingkan juga biaya iklan per order dengan untung per order.

Contoh angka

Biaya iklan Rp200.000, omzet Rp1.000.000, 20 order, modal Rp25.000 per order, fee 8%. Untung bersih = 1.000.000 − 500.000 − 80.000 − 200.000 = Rp220.000. Biaya iklan per order Rp10.000, ROAS 5x.

Hitung profit iklan Anda

Fee marketplace

Angka preset hanya perkiraan. Biaya admin marketplace berbeda per kategori dan dapat berubah sewaktu-waktu — sesuaikan dengan tarif terbaru toko Anda.

Simulasi berdasarkan input Anda

Isi omzet terlebih dahulu.

Untung bersih = omzet − (modal × order) − fee marketplace − biaya iklan. Omzet naik belum tentu untung ikut naik.

Kesalahan umum

  • Menilai iklan hanya dari ROAS tanpa melihat untung bersih.
  • Menganggap semua order berasal dari iklan, padahal sebagian organik.
  • Menaikkan budget iklan saat margin produk masih tipis.

Pantau iklan tiap bulan

Template laporan penjualan di Bundle Template Seller Marketplace membantu Anda melacak biaya iklan dan untung bersih bulanan.

Pertanyaan umum

Apakah ROAS tinggi pasti untung?

Tidak. ROAS hanya membandingkan omzet dengan biaya iklan. Jika modal produk dan fee marketplace besar, untung bersih bisa tetap kecil walau ROAS tinggi.

Kenapa omzet naik tapi saldo tidak bertambah?

Iklan menambah omzet sekaligus menambah biaya. Bila untung per order lebih kecil dari biaya iklan per order, total bisa rugi.

Bagaimana cara menilai iklan dengan benar?

Lihat untung bersih setelah semua biaya, bukan hanya omzet atau ROAS. Hitung juga biaya iklan per order.